Halaman

Jumat, 07 Maret 2014

A Gift from Best Friend

Siang itu, usai kuliah "perdanaku", pukul 12.00  matahari surabaya sedang bersinar terik teriknya, aku melangkahkan kakiku lebih cepat dari biasanya. Ketika kakiku melangkah masuk ke rumah keduaku, mbak penjaga kos menghampiri, "Ada kiriman paket untuk mbak" . Adat istiadat disini memang berbeda dengan tempat asalku, dimana "mbak" bukan hanya panggilan kepada yang lebih tua, tetapi juga bisa digunakan  kepada yang lebih muda dengan maksud menghormati. 

Paket itu kado untukku , tertulis di bingkisannya dari Ima, dia sahabat lamaku, sahabat sekarang dan sahabat masa depan. Cepat-cepat aku naik , sedikit berlari ke lantai tiga, tempat kamar kosku. Harus diakui, sikap ingin tahuku memang sedikit berada di atas orang kebanyakan. Dengan sigap, tanganku mengambil gunting untuk membantu membuka kado itu, yang seharusnya sangat bisa dilakukan dengan tangan kosong, beberapa detik berarti di saat rasa ingin tahu sedang di puncak. Kotak berpita bewarna orange berisi 2 kumpulan cerpen karya DEE.


Kartu ucapan selamat ulang tahun yang ditulis rapi dengan tangan tertempel disampul buku itu. Bukan ima namanya jika hanya memberi ucapan selamat ulang tahun saja, tentu saja ia merekomendasikan cerita favouritenya dan wish singkat ala dia untukku. Selesai membaca kartu ucapan itu, aku melihat buku yang satu lagi yang juga berisi kartu ucapan. Aku terdiam, sedikit merasa bersalah, dan sangat banyak bersyukur.

Tertulis disana, hadiah itu titipan dari sahabatku juga, Septa. "Nessie yang sudah berkepala dua, temanmu yang patah hati nitip sesuatu. Di tengah patah hatinya dia masih ingat kamu selalu" 
Septa memang baru saja putus dengan kekasihnya, beberapa minggu yang lalu dia bercerita panjang lebar denganku. Kasian, dia masih sangat sayang dengan mantannya, tetapi aku yakin dia pasti bisa melewati fase kelabu ini. 

Bersahabat lama dengan mereka tentu saja aku mengenal betul tata bahasanya, aku tau kata-kata itu murni buah pemikiran Ima. Dia setingkat di atasku, gaya bicaranya spontan, ceplas ceplos, tetapi di balik itu semua, aku tau dia bukan orang biasa, dia cinta membaca, punya pengetahuan luas , berjiwa sosial dan pandangan yang out of the box. Terlihat jelas di kartu ucapan yang ditulisnya , dia seolah mengatakan bahwa aku sangat beruntung memiliki sahabat sejati yang masih ingin menambah kebahagianku di saat ia, dirinya sedang terpuruk.

Aku sedikit merasa bersalah dengan Septa, saat dia bercerita panjang lebar aku tidak bisa banyak membantu. Aku hanya memberi beberapa saran, yang aku tau dia bisa mendapatkannya dengan mudah dari artikel, majalah, internet, karena aku belum punya pengalaman dalam hal itu. 

Sahabat itu ada disaat kapanpun kita butuh mereka, saat kita bahagia atau terpuruk, saat kita tersenyum atau bersedih, saat kita tertawa atau menangis. Kata orang mencari satu sahabat lebih susah dari pada mencari 100 teman. Dan aku bahkan punya lebih dari sekedar sahabat. 

Tidak bisa dideskripsikan apa namanya. Dia yang pikirannya baru saja dikecewakan, perasaannya sedang terluka, masih memikirkanku yang sedang berbahagia. Tidak iri, tidak sama sekali. Dia bahkan masih ingat jelas ulang tahunku, menjadi orang yang pertama yang mengucapkannya sebelum aku terbangun, dan mengirimkan kado untuk menambah kebahagianku. Thank you so much



Untuk Ima dan Septa
Kalian tau tidak? Memiliki sahabat seperti kalian benar-benar membuatku merasa sangat beruntung 
Semoga semua baik-baik saja, sampai jumpa 5 bulan lagi :) 

Ohya terima kasih banyak untuk kado dari sahabat-sahabat terbaikku yang lainnya. ^^  Semoga kita bisa sama-sama mencapai impian kita lewat kampus ini.


Sumber gambar

http://moviewriternyu.files.wordpress.com
http://www.foldabox.co.uk/products

Kamis, 27 Februari 2014

20 th

Untukmu : 
Langit Malam yang kali ini lebih terang
Dari aku :
seorang gadis pengagum bintang

Bertambah usia itu kepastian
Tetapi menjadi dewasa adalah pilihan

Waktu terus berlari
takkan pernah kembali

Ku tak ingin melewati hari dengan sia-sia
Selalu bermimpi mewujudkan asa

Ada mimpi yang menjadi kenyataan
Lainnya tetap menjadi angan-angan

Selamat datang dua puluh
Walau aku belum siap menyambutmu

Tahun Politik 2014


9 April 2014 , tidak lama lagi rakyat negeri ini akan menjalani pesta demokrasi untuk memilih wakilnya yang akan duduk di legislatif. Bukan hal yang baru, bukan hal yang tabu, sudah menjadi lazim setiap tahun politik jalanan menjadi "mendadak ramai" . Baliho bermunculan dengan foto para caleg yang besar dengan kata-kata, jangan lupa coblos saya, pilihlah saya untuk ....................... (Nama daerah ) yang sejahtera, pemimpin yang tulus, dll. Dari sekian banyak baliho yang saya lewati di jalan raya, semuanya manis, tetapi jarang sekali bersifat manis dan konkret. Membawa daerah sejahtera, memperjuangkan aspirasi masyarakat, terlalu umum dan general. Sejahtera dilihat dari apa? Sejahtera menggunakan indikator apa? Aspirasi masyarakat dalam hal apa, dengan cara apa? 

Menjelang tahun politik, semua calon berbondong-bondong melakukan blusukan ke desa-desa, berdialog dengan warga, memberi bantuan ketika bencana datang.  Jadi mungkin wajar jika kebanyakan rakyat menjudge wakil rakyat hanya memberi janji , walaupun tidak semua begitu. Masih ada yang berniat tulus untuk mengabdi demi negeri. 

Tidak sedikit dana yang dikeluarkan untuk membuat baliho dan media iklan lainnya, sehingga sangat disayangkan jika dari baliho dan media iklan itu masyarakat hanya mengenal foto caleg tanpa mengetahui secara konkret siapa beliau, apa visi misinya. Modal yang sangat besar untuk memperkenalkan diri dan pencitraan. Apa semakin besarnya modal saat kampanye berkaitan dengan semakin tingginya kemungkinan penyalahgunaan wewenang? Sayangnya belum ada kajian ilmiah mengenai hal ini. Semoga caleg yang terpilih nantinya lebih memikirkan rakyatnya dari pada modal awal mereka.  Panwaslu mengemban tugas berat mengaudit dana kampanye.

Jika dilihat 15 tahun kebelakang, sebelum tahun 1999, tahun politik tidak "seramai sekarang" . Partai politik hanya ada tiga, dan selalu dimenangkan oleh partai golongan karya. Tidak ada pertarungan terjun bebas di antara caleg. Lebih tertata ? Mungkin, atau lebih mengekang? 
Apa mau balik ke jaman itu? 
Ketika sebagian orang menganggap masa-masa orde baru adalah masa yang aman tenang dan stabil, sebagian lagi merasa kestabilan itu semu, dipaksakan, masyarakat bukan tidak protes tapi tidak berani.

Ketika ada yang mengeluh , betapa nyamannya hidup di orde baru, kehidupan lebih sejahtera karena harga BBM dan sembako yang murah. Tetapi bagaimana jika kesejahteraan itu ibarat bom waktu, karena negara mengeluarkan subsidi BBM dalam jumlah besar? 

Harga bensin tahun 1993-1997 hanya Rp 700/liter , sekilas tentu kita akan menyalahkan reformasi yang membuat harga bensin menjadi Rp 6500/liter, tetapi kesimpulan ilmiah harus dibuat dari metode yang ilmiah. Jika dulu harga bensin 700 , berapa pendapatan perkapita saat itu, berapa upah minimum masyarakat, berapa effort yang harus dikeluarkan untuk mendapatkan bensin 1 liter, dan faktor-faktor lain yang juga harus dibandingkan dengan jaman sekarang.
"Lebih enak jamanku toh?" , banyak masyarakat yang hidupnya dulu lebih sejahtera tetapi banyak juga yang sekarang lebih makmur. Roda yang selalu berputar dan orang-orang lain yang melangkah maju, tentu yang tetap berdiri di titik start akan ketinggalan.

Pemimpin itu menentukan nasib bangsa, tetapi bukan menentukan nasib kita secara personal. Masih banyak yang bisa diintrospeksi dan dibenahi sebelum menyalahkan pemimpin karena susahnya hidup.

Indonesia sedang dalam masa reformasi, layaknya manusia, bangsa ini sedang memasuki usia remaja menuju kedewasaan. Dan reformasi adalah proses yang tidak bersalah dari hiruk pikuk keadaan sekarang. Saya yakin pemilu 2014 adalah proses pembelajaran politik untuk bangsa ini dan rakyat indonesia untuk menjadi negara demokrasi yang maju.  Siapapun caleg, parpol, capres yang menang , semoga mempercepat terwujudnya cita-cita para pendiri bangsa ini.
Pasti, suatu saat nanti.....


Hanya opini dari seorang rakyat yang awam politik


Sumber gambar
www.kpud-batamkota.go.id
www.telegraph.co.uk

Senin, 10 Februari 2014

Being Different isn't Always Bad


Hidup besar di dunia bisnis sedikit banyak membentuk pola pikirku. Masih teringat jelas di benakku, ketika aku kelas 3 SD, jika ditanya ingin jadi apa, aku akan menjawab, "ingin jadi pengusaha", tentu saja kedengaran aneh bagi orang-orang yang bertanya. Saat itu, anak-anak seusiaku lebih memilih menjadi dokter, insinyur, guru dll. 

Masa kecilku nyaris sempurna, hidup di keluarga yang harmonis dan berkecukupan. Sekolahku juga lancar-lancar saja, kerap kali menjadi juara kelas (pamer juara waktu kecil, hehe) . Sampai suatu saat, salah satu guru SDku keceplosan berkata "Jelas saja kamu bisa jadi juara, orang tuamu punya uang untuk memberikanmu fasilitas". Aku tersentak dengan ucapan guru itu, saat itu aku menganggap guru adalah teladan. "Memang sih , orang tuaku bisa membelikanku buku yang aku mau, membayar biaya lesku, tapi kan aku berusaha ", gumamku sewot dalam hati

Dan guru SDku itu bukan orang yang terakhir.  Aku bersekolah di SMP dan SMA negeri, di tempat tinggalku sekolah negerilah yang menjadi favourite. Prestasiku cukup konstan, sehingga puji syukur, aku mendapat free pass ke SMA negeri. Sayangnya, kadang sebagian orang hanya melihat kita dari siapa dan bagaimana orang tua kita bukan dari diri kita sendiri. Seperti biasa, pertanyaan umum yang sering ditanyakan orang-orang, sudah kelas berapa dan sekolah dimana, suatu hari ada yang nyambung bertanya  "Lo, dik kamu sekolah di SMA 1 nyogok ya?" . Beberapa bulan kemudian ada lagi yang bertanya "Kamu bisa masuk di SMA 1, nyogok berapa juta?" . 

Ketika sudah kelas 3 SMA, aku mulai bingung memilih jurusan apa, dulunya sempat kepikiran IT, tapi karena suatu hal, aku mengurungkannya. Masuklah dalam suatu fase labil memilih jurusan. Di tengah pikiran yang lagi sibuk membayangkan beberapa pekerjaan, ada ibu berusia paruh baya datang ke toko orang tuaku, ia membeli sesuatu , sambil menunggu ia bercerita dengan papaku tentang anaknya yang pintar dan kini diterima di universitas yang bergengsi, kemudian ia melirik ke arahku, "Kalau adik kayaknya sudah jelas ya mau kuliah ekonomi, gak usah kuliah susah-susah, nanti tinggal nerusin usaha papa " 

Tiga komentarku dalam hati saat mendengarnya, aneh, ganjil, langka. Sebenarnya ingin sekali membantah, tetapi aku sadar, dia pembeli sekarang, dia raja sekarang, nanti dia batal lagi membeli gara-gara berdebat kusir denganku, hahaha. Papaku berjiwa fighter, risk taker, tegas, tentu tidak mau memberikan usahanya kepada anaknya jika niat anaknya hanya meneruskan.

Aku tidak ingin kuliah demi gelar seperti kata ibu paruh baya itu. Setelah bingung memilih jurusan, tiba-tiba mamaku menyarankan kuliah kedokteran. "Whatttt?, hah? Jadi dokter, enggak gak mau, gak suka biologi titik" . Mamaku cuma bilang " Ya sudah kamu pikir-pikir dulu, biologi kan bisa dipelajari sama seperti matematika , pelajaran kesukaanmu" 

Saran mamaku yang sangat out of the box itu, akhirnya membuatku berpikir juga. "Aku kan gak bisa menghafal" , pikirku. Kemudian terlintas lagi , "Harusnya dokter juga make logika sih, gak hafalan aja" . "Aku kan gak bisa tidur malem, apalagi bangun tengah malem" , pikiran kontradiksi pun segera menyusul " Spesialisasi dokter kan banyak, yang gak usah bangun tengah malem juga ada" 

Beberapa bulan kemudian , aku memutuskan memilih jurusan itu. Mmm, memang cukup nekat sih, aku tidak tahu bagaimana kehidupan seorang dokter, aku tidak punya famili dokter, tidak suka biologi, tidak bisa menghafal, dan berbagai kendala yang sangat jelas terlihat jika aku sedang berpikiran pesimis. Di sisi lain, aku memyadari menjadi dokter adalah kesempatan untuk belajar lebih banyak dan lebih aware akan medis. Orang tuaku pasti akan menua, aku ingin mereka punya quality of life yang baik dan berumur panjang. Mungkin, jika aku mengerti tentang kesehatan , itu akan membantu merawat mereka lebih baik.

Puji syukur aku diterima, ingin rasanya bisa bertemu dengan ibu paruh baya itu sekedar untuk berkata aku diterima, sayang aku tidak pernah melihatnya lagi. Profesi dokter memang tidak semulia dulu, sudah banyak ada noda di profesi ini, tapi setidaknya masyarakat awam masih menganggap sebagai salah satu profesi yang disegani karena dokter dianggap "pintar".  Sebenarnya, aku tidak ingin dianggap pintar, cukup tidak dianggap orang yang pasrah meneruskan usaha orang tua. Sudah itu saja. Hehe

Aku suka quote acara hitam putih di salah satu tv swasta  "Tuhan yang memberikan kita hidup, kita yang menjalani, orang lain yang mengomentari"

Semakin hari aku belajar, aku tidak cukup hebat untuk membentuk opini publik , dan aku tidak mungkin bisa membuat pilihan yang dianggap baik oleh semua orang. Jadi aku perlu belajar untuk menerima komentar dan opini orang, dan lebih jarang menggerutu ketika mendengar komentar negatif yang tidak benar. Aku yang hidup di dunia non kedokteran, jelas saja ada sebagian kecil orang yang mengomentari atau menyayangkan pilihanku, walaupun memang kebanyakan mendukung pilihanku. 

"Kuliah kedokteran lama, biayanya mahal, belum tentu sukses" 
"Kenapa susah-susah belajar sampai tua?" 
Ya aku tahu, jika dihitung dari segi bisnis, pilihan kuliah kedokteran bukan investasi yang baik, hahaha

" Loh kenapa kamu bisa milih masuk fk? " salah seorang kawan lama menyayangkan
Aku menjawabnya " Apa yang salah dengan menjadi dokter?" 

Aku berbisik dalam hati "Being Different isn't always bad" 



sumber gambar :
http://demonflair.deviantart.com
http://www.erikaliodice.com
http://rachelslookbook.com
 

Senin, 27 Januari 2014

Berat Badan dan Tubuh Ideal

Halooo semuanya,
Berat badan , banyak orang yang bermasalah dengan yang satu ini, yang paling sering tentu saja kaum hawa. Dunia fashion menampilkan wanita yang kurus dan langsing sehingga persepsi dunia tentang kecantikan wanita berubah. Wanita cantik itu harus kurus!!!

Setiap saya pulang kampung, ada wanita yang menganggap dirinya sempurna karena kekurusannya selalu  mengomentari saya "wah sekarang kamu tambah gendut yaa" . Yah itu ibarat komentar rutin, hal yang selalu terulang dari orang yang sama. Untunglah, saya bukan gadis malang yang setelah mendengar kata-kata itu tidak makan dan menghalalkan segala cara untuk menurunkan berat badan.

No, i am not, and i will not.
Bukan keras kepala, atau tidak mau mendengar kritik orang lain, tapi saya lebih percaya dengan jurnal penelitian dan kata dosen saya dari pada komentar wanita itu .Oke itu intro, #sedikitcurhat. 

Apakah tubuhmu ideal? Berikut adalah cara ilmiah untuk tahu
PS :ini hanya untuk orang dewasa, berusia > 16 tahun

1. BMI ( Body Mass Index)
Silahkan dihitung sendiri dengan menggunakan rumus sedeharna . Pastikan kamu sudah tahu berat badan dan tinggi mu yang terkini. 
BMI (body mass index) =  Berat badan (kg)/ (Tinggi Badan meter )2
Contoh: 
Jika tinggimu 150 cm (1,5 m) dan berat mu 45 kg,
Maka BMI = 45 / 1,52
          BMI = 20 termasuk kategori normal

Kategori BMI


 2. Lingkar Perut
 
Kamu bisa mengukurnya tepat di pusar dengan tali yang lentur dan bisa dilipat-lipat mengikuti bentuk perutmu.
Dikatakan obesitas jika
Untuk wanita melebihi 80 cm
Untuk pria melebihi 90 cm
Lemak di bagian perut jauh lebih berbahaya dari pada lemak di tangan, di paha, dan di tempat lain. Lemak di perut (sering disebut abdominal obesity) merupakan faktor risiko berbagai macam penyakit metabolik.
80 dan 90 cm adalah batas ambang batas, jadi disarankan untuk mencapai angka di bawah itu untuk terhindar dari berbagai risiko kesehatan.




3. Lingkar lengan atas
Nah yang satu ini khusus untuk kaum hawa. Tidak usah berkecil hati jika melihat lengan atas model-model hollywood yang super kecil. Lingkar lengan atas minimal untuk wanita dewasa (>16 tahun ) yang ideal adalah 23,5 cm.
Ini penting sekali , karena nantinya wanita akan mengandung janin. Jika lingkar lengan atas sebelum hamil kurang dari 23,5 cm maka wanita itu cenderung untuk melahirkan bayi yang BBLR (Berat Badan Lahir Rendah) . Bayi yang lahir dengan BBLR lebih mudah terkena infeksi dan memiliki angka mortality rate yang lebih tinggi dari pada bayi yang lahir dengan berat normal (2,5 kg- 4 kg) . Selain itu wanita yang kurang gizi sebelum hamil juga tidak mampu memproduksi ASI yang sehat untuk bayi mereka kelak.

4. Pemeriksaan Tambahan
Jika usiamu > 30 tahun atau memiliki keluarga yang menderita penyakit diabet/hipertensi/kolestrol tinggi, ada baiknya untuk sesekali mengecek ke lab.

Nah jadi jika BMI mu dan lingkar perutmu masih normal. Kamu ideal berdasarkan MEDIS dan KESEHATAN. Terlebih jika sudah mengecek tekanan darah, kadar gula darah, kolestrol. Jika semuanya normal, mungkin saatnya untuk sedikit mengabaikan opini orang dan mulai mencintai diri sendiri  :) Tapi tentu saja jika masih ingin terlihat lebih langsing, kamu boleh menurunkan berat badan tetapi minimum BMI masih 18,5 ya :) 
Ada yang bilang diet itu bukan untuk jadi kurus tapi lifestyle. Yep saya setuju, pola makan harus tetap diatur dan berolahraga. 


Be a happy girl, Be a smart woman


Cheers
Sumber bahasan:
Buku Fisiologi Kedokteran Sheerwood
Kuliah Patologi Klinik Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga
Kuliah Public Health Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga

Sumber gambar :

Rabu, 22 Januari 2014

Fakta Menarik Tentang Kulitmu

Hey Ladies,
Kecantikan kulit sangat penting untuk kaum hawa, tidak heran banyak yang rela menghabiskan uang yang tidak sedikit untuk membuatnya sempurna.Definisi kulit sempurna berbeda-beda untuk setiap orang . Kali ini ada fakta menarik tentang kulit buat nambah pengetahuan untuk merawatnya lebih baik

Sumber : www.beautyflash.co.uk

Minggu, 19 Januari 2014

Tips Lulus Seleksi Universitas Negeri SBMPTN



Hello guyss...
Sesuai  judulnya, artikel ini saya tujukan sebagai referensi buat kamu-kamu yang masih duduk di bangku SMA, khususnya yang sekarang sudah kelas 3 SMA, sebentar lagi akan ada ujian nasional dan saatnya meninggalkan sekolah tercintamu. Buat kamu yang masih kelas satu/dua SMA, teruskan saja membaca, ada banyak tips yang cocok buat kamu.

Memang sih kata orang-orang masa-masa SMA itu masa-masa paling indah, tapi menurutku masa kuliah juga asik, not as bad as you think. Tentunya pasti banyak yang ingin lolos di  universitas negeri, karena di indonesia, 10 besar universitas terbaik masih didominasi oleh perguruan tinggi negeri.

Sekarang, jalurnya ada banyak sih, SNMPTN undangan memungkinkan masuk perguruan tinggi tanpa test. Tapi tentunya tidak mungkin mengandalkan itu saja, tidak tahu kan bagaimana peruntungan kita? Jadi lebih baik mempersiapkan plan B.

TIPS ini aku kumpulkan dari pengalaman teman-teman yang berhasil masuk universitas negeri ternama :) Jadi bisa dikatakan TIPS ini sudah diuji coba hahaha =D

1. Tentukan Mimpi dan Targetmu
Bagaimanapun kerasnya usahamu, rasanya seperti tidak bertujuan jika tidak punya mimpi. Jika kamu masih kelas 1/2 SMA ada baiknya gantungkan mimpimu 1 atau 2 level di atas kemampuanmu. Tidak masalah nantinya mimpi itu akan  tercapai atau tidak, bermimpi lebih tinggi akan memotivasi belajar dan menjadi lebih baik dari diri kita yang sekarang. Your dreams will guide for you

Tapi jika kamu sekarang sudah kelas 3 SMA, pilihlah jurusan dengan passing grade yang
 realistis dan possible dicapai.

2. Ketahui Waktu Belajar Favouritmu

Sebagian orang suka belajar hingga larut malam, sebagian memilih belajar subuh, yang lainnya lebih suka belajar di siang hari. Tidak ada yang paling benar, semuanya tergantung masing-masing orang. Kamu adalah orang terbaik yang tahu dirimu sendiri. Belajarlah di waktu favouritemu saat mood belajarmu sedang bersahabat.

Tetapi bukan berarti mood belajar yang  terus-terusan jelek menjadi alasan untuk tidak belajar, mood belajar bisa dimanipulasi menjadi baik, misalnya dengan merapikan meja belajarmu, belajar di suhu yang kondusif, mandi dulu sebelum belajar, makan-makanan yang mengandung glukosa yang cukup tinggi, seperti coklat, pisang, dll. Ssttt tapi jangan kebanyakan ya.

PS: Materi SBMPTN itu banyak loh,  jangan belajarnya mulai H-1 minggu, atau sistem kebut semalam. It won't work well. Kalau sekarang kamu masih kelas 1 atau 2 SMA belajarlah dari sekarang, apapun materi di kelasmu, belajar sampai level soal SBMPTN . Sekarang banyak buku SBMPTN yang memuat materi per bab , cukup kerjakan yang sesuai dengan bab yang sedang kamu pelajari, kamu sudah mempunyai tabungan lebih banyak dari pada teman-temanmu yang lain :)

3. Ketahui Cara Belajar Terbaikmu
Explore terus dirimu, cari tahu potensi terbaikmu. Sebagian orang suka belajar soal dulu baru melihat materi, ada yang suka melihat materi dulu baru belajar soal, suka-suka kamu pilih yang mana.Ada yang nyaman dengan suasana sepi, ada yang dengan lagu, atau ada yang sambil bergerak-bergerak, sah-sah saja ^^.

4. Understand First Before Memorizing

Ini adalah hal yang paling penting dan paling krusial. Kesalahan fatal adalah, belajar mati-matian pagi  sampai malam tetapi hanya menghafal bukan mengerti.

Pola-pola soal SNMPTN memang mirip setiap tahunnya, tapi tidak sama dan tidak bakal sama, jadi percuma saja menghafal, terlebih untuk pelajaran seperti matematika, fisika, dll. Belajarlah prosesnya secara lengkap, ikuti penurunan rumusnya, dan pahami betul konsepnya.

Jika sudah memahami konsepnya, saat SBMPTN tiba-tiba kamu blank dan lupa sama hafalanmu, kamu bisa menurunkan rumusnya sendiri :)


5. Latihan Soal-soal

Sekali lagi latihan soal bukan bertujuan untuk menghafal soal. Latihan soal bertujuan untuk melatih kecepatanmu dan mengetahui tipe-tipe soal yang menjadi primadona . Ketika mengerjakan soal, gunakanlah timer, kerjakan seolah kamu mengerjakan test, dalam waktu sebenarnya dikurangi 10-20% nya. Mengapa? Karena saat test kamu juga harus menghitamkan jawaban.

Jika waktnya sudah habis, berhentilah mengerjakan, kemudian hitung nilaimu. Tulis nilai setelah selesai mengerjakan, tidak perlu berkecil hati dengan nilaimu yang kecil, itulah gunanya latihan, lakukan terus sampai kamu bisa bangga melihat nilai yang kamu tulis sendiri.

Tentu saja kamu bisa dan harus mengerjakan soal lain yang belum sempat kamu kerjakan tadi sendiri tanpa  melihat kunci jawaban. Kunci jawaban hanya untuk mencocokkan bukan untuk dipelajari, mengapa? karena kalau tidak memaksa otak untuk berpikir, otak kita bakal jadi malas dan tidak produktif, akibatnya? Kita terus-terusan tidak bisa mengerjakan soal tipe itu setelah beberapa kali menemui tipe soal yang sama.

6. Perlukan Menggunakan Rumus Cepat?

Nah itu tergantung lagi. Rumus cepat sah-sah saja, tetapi kamu perlu usaha extra dan membutuhkan space lebih besar untuk menyimpan memori. Yang penting adalah jangan hanya mengandalkan rumus cepat , pegang konsepnya dulu sebelum menghafal rumus cepat. Jika kamu bisa menghafal dengan baik, rumus cepat bisa membantumu.

Tapi jika kamu bukan tipe penghafal, tidak usah khawatir, tetap gunakan cara konvensional, yang harus kamu cepatkan adalah cara menghitung dan analisamu. Walaupun tidak menggunakan rumus cepat apabila kamu bisa menganalisa dan menghitung dengan cepat, kamu tidak akan kekurangan waktu!
 
PS : Jika kamu bisa menemukan cara mu sendiri , rumus buatanmu sendiri, itulah yang terbaik, gunakan !! ^^

7. Make Your Daily Mission and Weekly Mission
Game pokopang aja ada daily mission nya masa kita gak punya? Aseek!!! . 
Daily and weekly mission sangat penting terutamanya saat fase intensif. Kalau kamu masih kelas satu atau dua SMA , masih santai lah, daily mission nya gak usah terlalu stretch. Your high school moment will never repeated again :p
Buat target belajar setiap hari dan mingguan. Menepati janji pada diri sendiri memang susah, kadang-kadang aku juga masih melanggar target yang aku buat sendiri kok. Tetapi berusahalah untuk memenuhi target harian, jika hari ini kamu sibuk, artinya besok kamu harus belajar lebih banyak. Jika buku soal dan materi yang seharusnya selesai dalam 7 hari dan kamu bisa menyelesaikannya dalam 6 hari, berati mission is already compeleted. Kamu bisa melanjutkannya ke misi selanjutnya atau kamu juga bisa memberikan hadiah untuk dirimu sendiri,  tidak belajar satu hari dan melakukan sesuatu yang menyenangkan hatimu, nonton tv series, olahraga bareng sahabatmu, potong rambut, dll 

8. Jaga jarak dengan Gadgetmu
Selama musim belajar intensif menjelang SBMPTN , biasanya sekitar dua bulan, turunkan sedikit frekuensi membuka social media, stalking , browsing hot gossip dll . Trust me, it is like a drug, make us addicted and decrease our mood to study.

9. Istirahat dan Hiburan yang Cukup
Menjelang musim intensif belajar (2 bulan sebelum test) , tetap rawat dirimu sendiri, buat dirimu senang dan menikmati perjalanan mengejar mimpi ini. Kalau kita saja tidak bisa menyenangkan diri kita sendiri, bagaimana orang lain bisa melakukannya? Tidak perlu belajar gila-gilaan sampai tidak tidur, your body and your brain need rest . Setelah belajar 1-2 jam berilah sedikit selingan supaya tidak bosan. Tidurlah seperti biasanya, jangan mengubah pola tidur. Makan-makanan yang bergizi, kamu perlu asupan kalori yang sedikit lebih banyak di masa perjuangan ini.

Tidak perlu menjadi ansos (anti sosial ) selama masa intensif ini. Apapun yang ekstrem tidak baik kan? Seminggu sekali masih boleh kok hang out dengan teman-teman, tetapi batasi kegiatan yang tidak bikin kamu kelelahan setelahnya. Hindari kegiatan yang membutuhkan energi ekstra dan membuatmu tepar keesokan harinya.

10. Menjelang Hari H

Tiga hingga tujuh hari sebelum hari H, turunkan porsi belajarmu, perhatikan lebih banyak kesehatanmu, tidurlah yang cukup supaya bisa fit di hari H.
Terakhir jangan lupa berdoa dan meminta restu dari kedua orang tua




Well,  the overall tips is not as easy to do as you read it. But the fact, my friends have done it, simple, because they had dreams and strong willingness. They believed they can only if they do the right effort. They did it and they passed the test.
Hopefully, you can enter your   . Good luck ^^
Entering the top ranked university isn't a guarantee to be, but it'll help a little


Sumber gambar
halfwaybetweenthegutter.wordpress.com
www.milindjadhav.com
smude.edu.in
musicpsychology.co.uk
www.gocollege.com
karenmorton.blogspot.com
under30ceo.com