Halaman

Tampilkan postingan dengan label Medical. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Medical. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 01 Oktober 2016

Hati Pasien Psikotik

Sinar matahari pagi menembus gorden, berusaha membangunkan penghuninya. Aku terbangun kaget, "oh sudah jam setengah 7", keluhku dalam hati, yang berarti alarm sudah aku snooze sebanyak tiga kali. Dengan masih menahan ngantuk , aku melangkahkan kaki mengambil handuk dan melakukan rutinitas pagi. Sadar sudah terlambat, aku mempercepat setiap gerakanku.

Kegiatan di poli berjalan seperti biasa, nyaris tidak ada yang spesial. Poli yang sempit dengan ruang tunggu padat  pasien yang mencari secercah harapan. Kemudian pasien wanita berusia sekitar 30an. Dia mengenakan terusan bunga-bunga dengan jilbab yang dililitkan di lehernya. Wajahnya nampak cemas dan bingung, tapi masih jelas terpancar kecantikannya. Namanya ibu devi. Ibu devi pun naik ke kasur pemeriksaan khusus kandungan dan diperiksa oleh supervisor. Kursinya didesain khusus untuk memudahkan pemeriksaan pada area intim wanita, dengan 2 tatakan besi di kanan kiri untuk meletakkan kaki pasien. Ibu devi tampak kesakitan, menangis, dan sangat tidak kooperatif. 

Oh ini toh yang dibilang si candra barusan saat aku ke ruang sebelah menanyakan kina. "Lohh si kina mana can?" "Itu tuh doi lg anamnesa pasien skizofrenia", sambil menunjuk keluar ruangan. "Dari tadi ga balik-balik", lanjutnya lagi. 


Sedikit saya akan membahas tentang skizofrenia. Skizofrenia , maaf bahasa awamnya adalah gila, walaupun istilah "gila" sudah tidak diperbolehkan lagi karena identik dengan stigma yang memojokkan penderita. Skizofrenia merupakan gangguan jiwa kronis dengan durasi lebih dari satu bulan, yang ditandai adanya hendaya(gangguan.red) dalam menilai realita atau psikotik. Ada mitos-mitos yang menyebutkan skizofrenia adalah penyakit kutukan, penyakit akibat guna-guna, turunan , dll. Perlu ditekankan disini, hal tersebut adalah tidak benar. Sungguh disayangkan banyak penderita skizofrenia yang tidak mendapatkan pengobatan yang seharusnya, mereka dibawa ke pengobatan alternatif, minum air suci, jamu-jamuan yang belum jelas bukti ilmiah nya. 

Penyebabnya multifaktorial, mulai dari genetik, neurokimiawi di otak, pola asuh, malnutrisi, stresor yang berat hingga penggunaan NAPZA. Kembali mengingatkan, genetik bukan berarti keturunan yang mengikuti hukum mendel (misal pada buta warna) . Peran genetik ini didasarkan pada bukti epidemiologis, bila salah satu orang tua skizofrenia, kemungkinan anaknya menderita skizofrenia sebesar 10-20%. Skizofrenia juga dikaitkan dengan hiperaktivitas dopaminergik dan serotonergik yang merupkan tempat kerja dari sebagian besar obat-obat psikotropika. Kelemahan ego (mekanisme diri dalam menghadapi masalah) tertentu juga mrupakan cikal bakal skizofrenia. Mekanisme pembelaan ego proyeksi, Impuls internal yang tidak dapat diterima ditanggapi seakan-akan berasal dari luar diri. Misal tidak lulus ujian karena beranggapan guru tidak suka dengannya dan memberi nilai jelek. Atau kalah dalam kompetisi karena sedang sakit. Gampangannya ini merupakan cerminan orang-orang yang suka mencari alasan. Hal ini menimbulan waham paranoid dan menyebabkan skizofrenia paranoid. Ciri kepribadian tertentu, seperti paranoid, skizoid(suka menyendiri , tidak suka bergaul) juga merupakan faktor risiko dari skizofrenia. Sungguh multifaktorial bukan?

Oke balik lagi ke cerita tadi ya.
Supervisor poli lalu meminta untuk dilakukan biopsi karena dicurigai kanker leher rahim. Biopsi merupakan prosedur pengambilan jaringan. Dengan cepat saya langsung meminta ijin untuk melakukan biopsi ke ppds, "Dok, boleh saya yang biopsi?" , kata saya penuh harap. Senior saya (PPDS , mereka yang sedang menempuh sekolah spesialis) menjawab iba, "maaf ya dik, ini pasiennya tidak kooperatif, tadi kata perawatnya sempet teriak marah-marah, padahal kalau enggak saya pingin lo ngasi ke kamu", ujarnya merasa kasihan denganku. 
Jika anda tertarik membaca mengenai pencegahan kanker serviks/leher rahim, dapat mengunjungi link : http://renesie.blogspot.co.id/2013/11/vaksin-cegah-kanker-servix-perlukah.html

Dokternya lalu mengedukasi ibu devi , "Bu, nanti saya masukkan alat, ibu nya jangan gelisah ya, kalau gelisah malah bahaya bisa berdarah-darah", ujarnya.
"Ya gimana ya dok kalau sakit", ujarnya dengan ekspresi datar.
Dokter : "ya harus ditahan bu biar tidak berdarah"
ibu devi : "saya kan susah dok nahan rasa sakit", tetap kekeh tidak mau diperiksa
Dokter : "ditahan aja bu"
Beliau pun dengan cekatan memasuki alat untuk memeriksa leher rahim. Alatnya ada yang terbuat dari besi / plastik, ukurannya cukup besar, diameter sekitar 7,  orang normal pun juga pasti merasakan sakit. Saat dokter ppds memasukkan alatnya, pasiennya tampak tegang, sehingga alatnya tidak bisa masuk. 

Kemudian dokter nya memberi isyarat ke saya untuk menenangi pasiennya
Saya : "Bu yang tenang ya jangan ditahan, ibu nya relaks aja, tarik nafas buang nafas" , saya pun jadi ikut-ikutan tarik nafas buang nafas untuk memberi contoh
Ibu : "Tapi sakit dok, ini saya diperiksa untuk apa"
Saya : "Biar tau penyakitnya ibu bu, katanya kan ibu pendarahan ya? Ibu mau sembuh kan? ", kataku bertanya meminta persetujuan
Ibu : " Iya dok sudah lama, dulu saya tidak mau berobat karena suami saya jahat", kali ini ekspresi mukanya sedikit berubah
Dokter : "Jahat kenapa bu? ", beliau menimpali saat melakukan pemeriksaan secara seksama
Ibu : " Iya dia tidak pulang-pulang dok, tapi sekarang saya mau berobat dok, saya berobat untuk saya, saya takut berdarah-darah"
Saya : "Iya bu makanya ini diperiksa dulu ya, biar tau penyakitnya, biar ngobatinnya bener, ibu mau sembuh kan?", bujukku lagi
Ibu : "Iya dok saya mau sembuh, ini saya kena guna-guna dok. Ada orang yang tidak seneng dengan saya, saya tahu dok, dia sudah lama tidak suka dengan saya", ceritanya seperti anak-anak dengan ekspresi yang datar 

Disini saya bisa melihat sifat kekanak-kanakan yang merupakan kemunduran mental yang merupakan salah satu ciri dari psikotik. Tampak juga waham paranoid/curiga

Saya : " Iya bu makanya nanti ibu tenang ya biar bisa ga berdarah-darah lagi"
Ibu : "Iya dok gak apa-apa, saya mau dok, saya mau sembuh."

Dokter ppds mengambil jaringan leher rahim pasien dengan menggunakan alat, dijepit dan ditarik, yang sudah pasti sakit. Untungnya,  ibu devi sudah  tenang, sehingga pemeriksaan berjalan dengan lancar
Saya : "Sudah ya bu sudah selesai, wah ibunya pinter", ujarku memberi pujian
Dokter : " Dik kamu edukasi dia sejam lagi kesini lepas kasa, ini keluarganya mana sih"
Saya : " Ibu, sekarang dipasang kasa biar ga berdarah. Nanti sejam lagi kesini lagi ya lepas kasa. Nanti ketemu saya lagi" Saya lalu menunjukkan arloji tangan saya , "ini jam berapa bu?"
Ibu devi :"Jam setengah 12."
Saya : "Jadi sejam lagi ibu ketemu saya jam berapa? Ibu bawa jam gak?" 
Ibu : " Gak bawa dok, jadi jam setengah satu ketemu dokter"
saya : " Sipp bu , sejam lagi jangan lupa ya ketemu saya lagi, sudah bu celananya boleh dipakai"

Suaminya (pak ali) pun muncul . Beliau tampak lebih pendek dari si ibu, berkumis , kulit sawo matang dan wajah tegang. Pak ali membuka pintu dengan agak kasar

Dokter : "Nanti sejam lagi kesini lepas kasa ya pak."
Pak ali : "Lepas kasa apa dok?", tanyanya dengan lantang
Dokter : "Ini tadi saya ambil jaringannya , biar ga berdarah-darah saya kasi kasa"
Pak ali : "Lo? Setelah diambil kasa ga berdarah kan?", dengan nada lebih tinggi , berharap prosedur tadi bisa menghentikan pendarahan
Dokter : "Iya tetep berdarah pak, kan penyakitnya belum sembuh"
Pak ali : "Sejam lagi ya dok? Jam berapa?"
Ibu devi : "Jam setengah satu mas sejam lagi ( dia tampak kesal dengan suaminya yang tidak mengerti ucapan sejam lagi, haha)"

Sekedar informasi, sebagian besar penderita skizofrenia tidak mengalami kemunduran intelektual.

Pak ali : "Dok ini hasilnya kapan jadi?"
Dokter : "Seminggu lagi ya pak"
Pak ali :"Kok lama banget ya dok? Gak bisa lebih cepat?", protesnya dengan nada kesal

###

Tidak sampai 15 menit, seorang perawat poli, ibu sitha masuk ke kamar pemeriksaan. "Dok, ini pasiennya gelisah, konsulkan psikiatri , saya hubungin ya, nyerah saya"
Dokter: "Boleh banget bu, monggo monggo (silahkan.red) dikonsulin"
Perawat itu lalu keluar

Empat puluh menit kemudian si suami dan pasien datang, dan kebetulan ibu sitha ada di dalam.

Perawat : "Ngapain masuk lagi?"
Suami  : "Katanya lepas kasa"
Ibu devi :"Saya disuru kesini sejam lagi lepas kasa sama dokter yang itu", sambil senyum ke arah saya
Perawat : "Wes wes belum sejam, tunggu di luar dulu"

Selang waktu berlalu, saya keluar ruangan untuk sekedar melihat suasana ruang sebelah. Baru saja membuka pintu, saya sudah dikagetkan dengan suara dari Perawat, Ibu sitha

Perawat : "Mbak dm itu kasi tau pasiennya mau dikonsulin psikiatri", ucapnya
Pasien tampak marah dan masuk ke ruang yang lain

Saya mengikuti masuk ke ruang itu
Saya : "Halo ibu, gimana bu?", sambil menahan jarak ke Ibu devi, kali-kali dia lagi agresif. Di luar dugaan, ibu devi malah menjawab pertanyaan saya layaknya tidak ada sesuatu yang terjadi "Hehehe, gak apa apa dok, belum diambil ya kasanya?"
Saya : "Bu, nanti ibu ngomong-ngomong dulu ya sama dokter di sebelah, abis itu baruu saya lepas kasanya. Ibu disini aja dulu tidur-tiduran gak apa-apa"
Ibu devi : "Iya dok, saya disini ya dok", ucapnya tersenyum
Saya : "Nanti ibu dicari kesini, jangan kemana-mana ya ibu cantik"

Kemudian saya mengajak bicara keluarganya. Ternyata pasien juga didampingi oleh ibu, anak, kakak pasien, dan beberapa keluarganya lagi.
Dan saya kaget, ternyata mereka belum tahu bahwa ibu devi akan dikonsulkan ke bagian psikiatri

Ibu pasien : "Saya gak ada dikasi tau dok, ini tadi ibu devi abis marah-marah sama ibu itu"
(Keluarga berdiri berjejer  mendengarkan dengan seksama)
Saya : "Lo kenapa bu?"
Ibu pasien : "Iya dia kasar sekali, terus mau pinjam kursi roda disuruh bayar"
Saya : Mmm (mengangguk-angg), "iya bu jadi ini kita konsulkan dulu ke dokter jiwa ya bu. Ini kan penyakitnya ibu ada 2, penyakit kandungan dan penyakit jiwa. Yang kami takutkan penyakit jiwanya menghambat pengobatan penyakit kandungannya, kan kita maunya pengobatannya biar optimal bu"
Ibu : "Makasj makasi dok, ini ibu devi baru 2 hari dok ngacau2 begini"

Saya kaget, karena batas skizofrenia adalah 4 minggu. Jadi kemungkinan pasien ini masih psikotik akut yang prognosisnya jauh lebih baik dari pada skizofrenia. Setelah itu saya menjelaskan prognosis dari gejala psikotik akut yang diderita pasien, yang terbagi menjadi 3 macam, sembuh sempurna, berlanjut menjadi kronik, atau sembuh dengan gejala sisa. Kami juga berbincang-bincang mengenai kanker leher rahim, rencana terapi kami,  dan prosedur biopsi yang memang membutuhkan waktu lama untuk meluruskan pandangan suami pasien.

Lalu kami masuk lagi ke ruangan, dan ibu devi terlihat membaca doa
Ibu devi : "Ehh ada dokter cantik, saya lagi sholat dok, kan sekarang lagi sakit supaya dibantu sama gusti allah"
Keluarga pasien : " Bilangnya lagi belajar sholat gitu lo"
Ibu devi : "Hehe iya dok belajar sholat, saya berdarah-darah , harus dekat dengan Allah ya dok biar dapat kesembuhan"
Saya : "Iya bener bu, doa juga penting ya biar dibantu sama yang diatas. Apalagi ini sudah waktunya sholat"
Ibu devi : "Iya dok, sekarang sudah dzuhur. Dokter habis ini kasanya dilepas?"
Keluarga pasien : "Udah jangan diajak ngomong terus , dokternya sibuk", keluarga pasiennya sepertinya sungkan denganku
Saya : "Hehe, gak apa apa bu. Iya nanti setelah omong-omong sama dokter sebelah baru dilepas kasanya ya. Monggo dilanjutin lagi ya bu sholat  nya"
Ibu devi :" Makasi banyak dok"

Selesai dikonsulkan ke psikiatri, saya lalu melepas kasa pasiennya, tentu saja pasiennya kooperatif.  Ibu , kakak dan anak-anak pasien kompak mengucapkan terima kasih, " Terima kasih banyak dokter sudah ditolong, semoga allah yang balas kebaikan dokter" . Padahal saya tidak melakukan hal yang berarti untuk ibu devi. Penyakitnya masih ada, tetap sama. 

Walaupun awalnya sedih karena tidak dapat mencoba melakukan tetapi aku belajar banyak tentang kehidupan dan rasa syukur. Sungguh berat beban yang diderita ibu tersebut, menderita kanker leher rahim  di usia yang masih tergolong muda. Aku teringat dengan kata-kata sewaktu menjalani stase psikiatri, "Masalahmu tidak ada apa-apanya dibandingkan masalah pasien kita. Kita mungkin berpikir mereka menderita gangguan jiwa karena kepribadian yang lemah, tetapi ketahuilah masalah mereka sangat berat , yang mungkin kita juga tidak siap untuk menanggungnya". 

Ya, kata-kata tersebut benar adanya. Masalah yang saya tahu hanyalah  kanker leher rahim, sangat mungkin ada masalah lain yang lebih berat . Tak ada satupun orang yang bisa terlepas dari masalah yang merupakan seni kehidupan. Tetapi selagi kita mampu, bantulah mereka yang mempunyai masalah yang lebih besar dari kita, sekecil apapun itu.

Penderita psikotik tidak sadar diri mereka sakit. Kadang mereka bicara melantur, mengamuk, bertingkah aneh, atau bahkan menimbulkan kekacauan yang fatal. Waspada dan hati-hati diperlukan tanpa menghilangkan empati. Bagaimanapun, mereka juga makhluk ciptaanNya yang mempunyai jiwa yang utuh. 

Dari beberapa episode flarenya, pasti ada celah dimana kita bisa diterima. Tentu hal ini membutuhkan usaha berkali-kali. 
Hati mereka yang keras dan dingin sejatinya haus akan kasih sayang dan perhatian.

NB : Tulisan ini saya dedikasikan untuk sanak keluarga dan orang-orang terdekat pasien psikotik. Psikotik bisa dikendalikan atau disembuhkan pada tahap akut (kurang dari satu bulan) dengan terapi obat-obatan, konseling dan juga support dari orang-orang terdekat. Memasung, mengurung pasien dalam ruang yang sempit semata-mata supaya tidak berbahaya bagi lingkungan merupakan pelanggaran hak asasi manusia. Pada tahap yang tidak bisa dikontrol, penyakit puluhan tahun dengan periode flare yang sering (kumat) , pasien bisa dirawatinapkan di rumah sakit jiwa atau menjalani rehabilitasi di panti-panti khusus. Biarkanlah mereka bahagia dan menikmati dunia dengan cara mereka sendiri. Jika ada hal yang ingin anda sharing, saya bisa dihubungi melalui email : irenesienatra@gmail.com 

With love,

Renesie

Senin, 15 September 2014

Berhenti Merokok dengan NYAMAN

#berhentimerokokdengannyaman
"Berhenti merokok dengan nyaman"

Kampanye berhenti merokok bertolak utama dari alasan kesehatan. Yepp, merokok memicu ribuan , atau mungkin lebih macam penyakit , mulai dari ujung rambut hingga ujung kakipun lengkap semuanya terbawa ke zona merah (baca :risiko tinggi) . 

Peringatan bahaya merokok kini menjadi merokok dapat membunuhmu. Beberapa kemasan rokok juga sudah berganti baju. Belum lagi, iklan masyarakat, spanduk, dan anjuran dari orang sekitar untuk berhenti. Sehingga tentu masuk akal jika kita berasumsi perokok sudah tahu bahwa merokok itu berbahaya. Jadi sedikit percuma jika kita menunutut mereka berhenti hanya dengan  memaparkan bahaya merokok merokok. Mereka sudah tahu !

Bagi smoker , kampanye berhenti merokok mungkin terkesan klasik dan  seperi terlalu mengintervensi hak pribadi mereka. Ya kita tidak permah tahu mereka termasuk smoker yang belum atau sudah berupaya  berhenti tetapi gagal. Berhenti merokok bukan hal  mudah sebagaimana mengkampanyekannya.  Merokok lebih dari sebuah kebiasaan, zat dalam rokok telah membuat para heavy smoker menjadi addicted.  

Bila kita  ingin mengajak mereka berhenti, ada baiknya  kita tahu ketidaknyamanan yang "mungkin" (tidak selalu.red) timbul akibat berhenti merokok bagi perokok berat( lebih dari 10 batang per hari) supaya kita bisa lebih berempati dan mengajak dengan lebih santun.

Nicotine withdrawal syndrome , atau sindrom berhenti merokok jika mengalami 4 atau lebih gejala berikut :  (Sindrom ini tidak selalu terjadi
-Depresi
-Insomnia atau susah tidur
-Mudah tersinggung, frustasi, mudah marah
-Cemas
-Susah konsentrasi
-Restlessness atau tidak sabaran
-Penurunan detak jantung
-Peningkatan nafsu makan

Kurang adil  rasanya jika memaksa mereka  berhenti tanpa memfasilitasi bagaimana cara berhenti dengan aman dan nyaman. Bagi para smoker, sindrom berhenti merokok adalah tantangan tersendiri yang harus anda lewati untuk mencapai pola hidup yang lebih sehat dan juga saving your money. Jika dulu berani coba-coba, sekarang pasti berani dong mencoba untuk berhenti? 

Berikut adalah kiat menyiasati gejala yang mungkin timbul : 

1. Batuk 
Minum air putih yang banyak 

2. Keinginan untuk merokok (craving) 
Anda bisa menghisap hard candy (permen dengan konsistensi yang keras) . Anda juga bisa melakukan olahraga favourite anda lebih sering (3-5 x per minggu) 

3. Sakit kepala 
Jika sakit kepala sudah sangat mengganggu sekali, sampai anda tidak bisa beraktivitas seperti biasa , anda bisa meminum paracetamol 500 mg maksimal 4x sehari untuk meredakannya. Hindari konsumsi lebih dari 5 hari. 

4. Mudah tersinggung, Emosional 
Jalan-jalan, kurangi caffeine (kopi, teh) yang dapat memicu saraf simpatis. Memperdalam  ajaran agama juga bisa menjadi alternatif yang bagus


5. Peningkatan nafsu makan 
Ketika sangat lapar di luar jam makan anda,  minum air, buah, atau snack rendah kalori

6. Insomnia 
Kurangi konsumsi caffeine, lakukan latihan peregangan otot secara teratur, mandi dengan air hangat, serta usahakan tidur dan bangun di jam yang hampir sama setiap harinya. Hindari stress berlebihan. 

Selain itu hindari juga trigger (pemicu) anda merokok, misalnya anda mempunyai kebiasaan merokok saat minum kopi di pagi hari sambil membaca koran, anda bisa menggantinya rutinitas anda dengan berdiskusi dengan keluarga tercinta sambil minum jus buah. Atau jika lingkungan teman-teman anda perokok, dan hobi ke bar/party, katakan dengan terus terang niat anda untuk berhenti merokok dan minum alkohol, tidak usah sungkan untuk menolak ajakan clubbing demi investasi kesehatan masa depan. A good friend will understand your decision.

Yang paling penting adalah tekad dan motivasi dari diri sendiri. Tulislah sebanyak mungkin alasan mengapa anda ingin berhenti merokok, dan tempel di tempat yang sering anda lihat. Buatlah target  (terutamanya jika anda perokok berat) untuk mengurangi jumlah rokok anda dan akhirnya berhenti. Untuk perokok occasional (sesekali) , anda bisa langsung berhenti merokok. Catatlah setiap langkah kecil pencapaian anda :) 

Jika anda (perokok berat, lebih dari 10 batang per hari) sudah berusaha sekuat tenaga dengan cara-cara di atas tetapi gagal, atau anda mengalami sindrom berhenti merokok hingga mengganggu aktivitas harian, anda bisa konsultasi ke dokter. Ada banyak obat yang bisa  menemani anda untuk memulai babak baru kehidupan anda.


Nicotine Replacement Therapy ( terapi pengganti dengan nikotin)
Ada banyak sediaan dari nicotine replacement therapy yang bisa dipilih sesuai dengan kebutuhan anda
- Tempelan di kulit 
-Semprotan hidung
-Permen karet
-Inhaler
-Tablet hisap

Non Nicotine Replacement Therapy
FDA (Food Drug Administration) telah menyetujui penggunaan bupropion dan varenicline untuk membantu mengatasi gejala berhenti merokok

PS : Obat-obatan ini tidak boleh dibeli sembarangan dan harus dengan resep dokter. 

Buat anda smoker family, beri tahu ke keluarga anda secara baik-baik , 
AJAK mereka BERHENTI merokok
BERI TAHU caranya
BANTU mereka melewati tantangan ini

Ketika banyak orang sudah membuktikan dirinya bisa berhenti merokok, Now It's Your Turn

Memilih tetap merokok?

It's your freedom
Setiap orang berhak  menentukan jalan hidupnya  

Benar adalah hak anda untuk merokok, mungkin saat ini anda merasa belum siap untuk berhenti. Tidak masalah, tetapi akan lebih mulia jika anda tidak merokok di tempat umum dan kawasan bebas asap rokok. 

Karena adalah hak kami juga (para non smoker) untuk menghirup udara segar dan menjalani pola hidup yang kami yakini :) 
Mari sama-sama menghormati hak orang lain . . . 

www.renesie.blogspot.com
Renesie, 2014


#stopmerokok   #berhentimerokokdengannyaman #tipsberhentimerokok #ayoberhentimerokok #caramudahberhentimerokok #ayoberhentimerokok #berhentimerokok #caranyamanberhentimerokok
"Tips berhenti merokok"   "Cara mudah berhenti merokok"   "Cara ampuh berhenti merokok"   "Cara nyaman berhenti merokok"   "Tips mudah berhenti merokok"   

Sources :
Kuliah Lung Cancer Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga
http://emedicine.medscape.com/article/287555-treatment#aw2aab6b5b6
http://www.cdc.gov/tobacco/quit_smoking/how_to_quit/quit_tips/index.htm
http://www.cancer.org/healthy/stayawayfromtobacco/guidetoquittingsmoking/guide-to-quitting-smoking-other-methods-of-quitting

Picture souces
http://buffaloquitsmoking.com/wp-content/uploads/2013/09/how-to-quit-smoking.jpg
http://healthzoop.com/wp-content/uploads/2013/05/readytoquit.jpg
http://pad2.whstatic.com/images/thumb/f/f2/Help-Your-Teen-Quit-Smoking-Step-1.jpg/670px-Help-Your-Teen-Quit-Smhttp://electroniccigarettebud.co.uk/wp-content/uploads/2014/07/quit-smoking.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhLTvAGfz25T51k33YutnRlrJGyRLf9EeCgVT5EGh1mwbbqyMvMQUH8pGmnrVNQJ6xK27A1I4bY5xS6GufhtiF81alt-SRa3loDEa2VGnTF-P5A5HW6S1a_J204ifFbRrYktQ4RJf5Tf8mY/s1600/Quit-Smoking-B-1.jpegoking-Step-1.jpg
http://paulhastings.me/wp-content/uploads/2011/06/Cigarettes-are-addictive-arm.jpg







Minggu, 20 Juli 2014

Alergi pada Kulit

Alergi pada kulit dapat menimbulkan gejala yang bermacam-macam, eksim, utricaria, hingga buntunya jalan nafas yang dapat mengakibatkan kematian. 
Artikel di bawah ini khusus membahas eksim kering , yang dalam dunia medis sering disebut dermatitis. 
Apa itu dermatitis? 
Dermatitis merupakan penyakit kronik yang bersifat rekuren ( sering kambuh) yang ditandai dengan gatal-gatal sebagai gejala utama. Gejala penyertanya antara lain kulit kemerahan , kulit kering, terjadi sebelum usia 2 tahun, riwayat asma/rhinitis, dan lokasi yang sesuai ( Catatan :gejala penyerta cukup 3 saja sudah bisa didiagnosis sebagai dermatitis, untuk diagnosis pasti silahkan mengunjungi dokter terdekat) 

Nah, ternyata lokasi dermatitis agak berbeda pada bayi dengan orang dewasa. Pada bayi, gatal dan kemerahan cenderung berdiam di pipi, kulit kepala, dan selangkangan. Seiring bertambahnya usia, dermatitis lebih sering ditemukan di area lipatan dan area menjadi lebih luas. 

Apakah dermatitis penyakit keturunan?
Jika anda mempunyai sikap buruk seperti saya yang hobi menyalahkan genetik, maka perlu untuk diketahui dermatitis dipengaruhi oleh banyak faktor dan genetik bukan satu-satunya. Jadi masih banyak yang bisa dilakukan sebelum memilih pasrah dengan genetik kita.

Dermatitis juga dipengaruhi oleh lingkungan, imun, dan pelindung(barrier) kulit
Sehingga dermatitis bukan penyakit alergi murni.

Dimanakah posisi dermatitis anda sekarang? 

Akut : cairan serous (tidak terlalu kental) di atas kulit. Kulit disertai dengan bintik-bintik yang sangat gatal dan dasar kemerahan.
Subakut : plak di atas kulit kemerahan
Kronik : kulit menebal dan menjadi lebih gelap, dengan bintik-bintik yang kadang sudah mengelupas

Apa yang bisa dilakukan jika sudah terkena dermatitis? 

Dermatitis biasanya kambuh karena suatu pencetus, diantaranya, perubahan cuaca, makanan, keringat, dan kelembaban kulit yang kurang. Makanan (susu sapi, telur, seafood, gandum, kacang) juga kerap kali menjadi pencetus, kecurigaan terhadap makanan tertentu perlu pemeriksaan lebih lanjut. 

Upaya mencari pencetus adalah hal yang utama, tetapi sering kali pencetusnya tidak diketahui.

Tapi masih banyak yang bisa kita lakukan untuk menurunkan frekuensi dan parahnya kekambuhan, antara lain: 

-Tidak melakukan scrubbing dan menggosok yang berlebihan saat mandi
-Menghindari paparan panas, hot shower, baju yang ketat, keringat, dll
-Minimalisasi paparan sinar matahari, kosmetik, dan deodorant
-Gunakan sabun lebih sedikit pada daerah lipatan. Sabun bisa menjadi faktor pencetus dermatitis.
-Menggunakan pelembab (berbahan dasar glycerol, propylene glycol, dll) setelah mandi untuk menghindari kulit kering dan memperkuat barrier kulit

Dan yang terakhir sekaligus yang terpenting : jangan menggaruk saat kambuh
-Usahakan untuk tidak menggaruk. Kenapa? Karena menggaruk hanya akan memperparah proses radang dan membuat menjadi semakin gatal

Apa saja obat-obatan yang dapat digunakan?

1. Obat golongan kortikosteroid
Golongan ini masih menjadi primadona dalam manajemen dermatitis. Tetapi penggunaannya secara topikal(oles) , sehingga efek sistemik bisa diminimalisasi

Yang perlu diperhatikan:

1. Obat ini terdiri dari berbagai potensi, lesi yang akut dan kulit tipis cenderung menggunakan potensi yang rendah. Lesi yang kronik dan menebal lebih baik menggunakan obat dengan potensi yang lebih tinggi
2. Tidak menggunakannya bersamaan dengan emollient/ pelembab. Pelembab dapat mengurangi khasiatnya 
3. Tidak membeli sendiri di luar resep dokter. Walaupun penggunaanya secara topikal, obat ini dapat menimbulkan berbagai efek samping, kulit tipis kemerahan, infeksi , dll
4. Obat ini tidak boleh dihentikan secara tiba-tiba. Penghentiannya secara bertahap melalui penurunan dosis
5. Tidak boleh menggunakan obat kortikosteroid potensi tinggi secara terus-menerus. 

2. Antibiotik
Antibiotik topikal sering kali diresepkan jika ditemukan adanya infeksi.

3. Obat lain
Obat golongan lain yang digunakan, calcineurin inhibitor, cycslosporine, obat kortikosteroid oral, methotrexate. Obat ini digunakan pada pasien yang resisten (gagal dengan kortikosteroid topikal) . Karena efek sampingnya yang luas, penggunaan obat ini memerlukan monitoring yang ketat oleh dokter.

Sayangnya teknologi belum bisa merubah genetik 
Semakin hari semakin banyak menimbulkan penyakit
Tetapi menyalahkannya dan pasrah tidak akan mengubah apapun. 
Banyak yang masih bisa kita perbuat dari pada diam termenung

Semoga bermanfaat :) 

Content Sources: 

-Consensus guidelines for the management of atopic dermatitis: An Asia–Pacific perspective, Journal of Dermatology 2013; 40: 160–171
-Skin colonization by Stophylococcus oureus in patients with eczema and atopic dermatitis and relevant combined topical therapy: British journal dermatology 2006:155 ;681-689
-Risk factors for developing atopic dermatitis,  Dan Med J 2013;60(7):B4687
-Atopic dermatitis, N Engl J Med 2008; 358:1483-1494
-Slide kuliah Atopic Dermatitis Ilmu Kesehatan kulit dan kelamin FKUA
-Atlas penyakit kulit dan kelamin edisi 2 SMF ilmu kesehatan kulit dan kelamin Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga

Sabtu, 29 Maret 2014

Kenali Jenis Sakit Kepala Anda

Hampir semua orang pernah mengalami nyeri/sakit kepala. Dilaporkan lebih dari 90% penduduk dunia pernah mengalaminya dengan intensitas yang beragam. Hal ini berarti kurang dari 10% yang tidak pernah mengalami sakit kepala seumur hidupnya. Disini kita akan bahas penyebab, jenis nyeri kepala,  pencegahan , terapi, sampai warning kapan anda perlu menemui dokter. Selamat membaca :) 

Sakit Kepala Berbeda Dengan Pusing

Di masyarakat, sakit kepala sering dianggap sama dengan pusing, padahal keduanya sangat berbeda. Pusing ( bahasa medisnya : vertigo) , adalah serangan berputar yang hebat dengan arah putaran yang bisa ditentukan, misal : dari kiri ke kanan. Kali ini, kita fokus mengenai sakit kepala.

Nyeri Kepala Primer atau Sekunder? 

Sakit/nyeri kepala bisa berbentuk primer ataupun sekunder. Nyeri kepala sekunder muncul sebagai gejala dari penyakit lain. Berikut adalah beberapa penyebab nyeri kepala sekunder: 
1. Pernah mengalami trauma kepala atau leher
2. Mempunyai kelainan pembuluh darah kepala/leher
3. Mengidap tumor
4. Infeksi 
5. Kelainan hormon, metabolik
6. Hipertensi
7. Kelainan pada kepala /leher non pembuluh darah
8. Psikiatrik
9. Efek beberapa obat

Need to see doctor : Bila anda pernah mengalami satu saja dari penyebab di atas, you possibly have secondary headache, you should go to the doctor to know what happen.

Jika anda belum pernah mengalami semua hal di atas, tetapi mengalami : 
 -Nyeri kepala dengan gejala yang baru, anda belum pernah mengalami nyeri kepala seperti ini seumur hidup anda
-Mulainya tiba-tiba dan mendadak. Anda sehat-sehat saja bekerja atau beraktivitas seperti biasa, tidak mengalami flu atau sakit yang lain sebelumnya, lalu tiba-tiba mengalami serangan sakit kepala yang hebat. 
-Gejala progresif, semakin lama nyerinya semakin memburuk
-Tanda kelainan saraf
-Gejala berubah dengan perubahan posisi kepala, batuk, bersin
- Sakit kepala yang sangat menguras energi

Need to see doctor : Anda tidak harus mengalami semua gejala ini untuk menemui dokter. Satu/dua tanda sudah cukup. 

Nyeri Kepala Primer

Nyeri kepala yang tidak diketahui sebabnya , tidak berkaitan dengan gejala/penyakit yang lain, setelah dilakukan berbagai macam pemeriksaan yang mendukung.

Kenali Gejala Sakit Kepala Anda

Sebelum membaca, ada baiknya memilih dulu gejala sakit kepala anda berdasarkan pilihan-pilihan dibawah ini (Tujuannya supaya anda tidak terpengaruh dengan gejala-gejala pada berbagai jenis nyeri kepala setelahnya) . Okee siapkan pulpen atau gadget anda, kita mulaiii :)

1. Bagaimana intensitas sakit kepala anda? 
-Sangat berat
-Sedang
-Ringan

2. Di sisi mana sakit kepalanya?
-Satu sisi ( kanan atau kiri) , sakit kepala sebelah
-Kedua sisi kepala , kadang sampai leher
-Satu sisi, rasa sakit terberat sekitar mata, dahi, sampai area depan telinga

3. Seperti apa rasanya? 
-Terikat/ tertekan 
-Berdenyut
-Nyeri seperti dibor, mata seperti mau keluar, sangat sakit sekali

4. Apakah sakit kepala bertambah parah dengan aktivitas? 
-Iya
-Tidak

5 . Apakah ada juga muntah dan mual? 
-Iya, muntah dan mual
-Tidak

6. Apakah saat serangan anda menjadi fotobia ( takut/tidak nyaman dengan cahaya) ? 
-Iya, fotofobia
-Tidak

7. Apakah serangan sering timbul pada yang waktu tetap/sama setiap hari ya? 
-Iya
-Tidak

8. Apa sebelum serangan nyeri kepala anda melihat sesuatu aura( gambaran zig zag yang menyebar)  ? 
-iya , sakit kepala saya seperti alarm
-tidak

9. Apakah anda mengalami salah satu dari keluarnya air mata, pembengkakan kelopak mata, wajah berkeringat, hidung buntu, gelisah? 
-Iya
-Tidak

Nyeri kepala primer terbagi menjadi tiga macam, tension type headache, migrain , dan cluster headache. Ketiganya memiliki perbedaan gejala dan terapi. 


Tension Type Headache

Nyeri kepala tipe ini merupakan tipe yang paling ringan, disebabkan karena kontraksi otot kepala, penyempitan arteri permukaan, dan humoral. Prevalensinya menduduki peringkat terbanyak dari tipe-tipe nyeri kepala.

Penderita mengeluh 
1. Intensitas ringan
2. Nyeri kepala di kedua sisi kepala , kadang sampai leher. Nyeri berlangsung 30 menit hingga 7 hari.
3. Terikat atau tertekan (tidak berdenyut)
4. Tidak meningkat dengan aktivitas. 
5. Mual dan muntah hanya ditemukan pada tipe tipe yang kronik. 
6. Tidak ada  fotofobia
7. Tidak timbul di jam yang sama setiap hari. Waktu terjadinya nyeri bisa sepanjang hari.
8. Tidak didapatkan aura
9. Tidak ada tanda-tanda keluarnya air mata, pembengkakan kelopak mata, wajah berkeringat, hidung buntu, gelisah

Berdasarkan frekuensi serangan, tension type headache dibagi lagi menjadi :
Tipe infrequent terjadi <12 hari/tahun, <1x/bulan
Tipe frequent 1-15 hari/bulan atau 12-180 /tahun
Tipe kronik, > dari 15 hari/bulan atau >180/tahun, ditemukan mual dan muntah

Terapi Saat Serangan: 
Saat serangan, masase dan kompresi air panas dapat membantu meredakan nyeri.
Tipe ini paling peka terhadap obat-obat penghilang nyeri. 

Pilihan obat pereda nyeri yang dapat digunakan :(salah satu saja) 
-Aspirin 1000 mg/hari
-paracetamol 1000 mg/hr
-Naproxen 660-750 mg/hari 
- ibuprofen 800 mg/hari
- diclofenac 50-100 mg/hari.
Kafein dapat digunakan sebagai tambahan terapi (dosis 65 mg/hari)

Catatan : 
Pengobatan fase akut tidak boleh lebih dari dua hari
Dosis untuk dewasa dan tidak mengalami gangguan ginjal, gangguan fungsi hati, kelainan trombosit.
Need to see doctor : Jika setelah dua hari minum obat belum ada perbaikan 

Upaya Pencegahan: 
1. Melakukan latihan peregangan leher atau otot bahu sedikitnya 20 – 30 menit
2. Perubahan posisi tidur
3. Pernafasan dengan diafragma atau metode relaksasi otot yang lain
4. Pencahayaan yang tepat untuk membaca, bekerja, menggunakan komputer, atau saat menonton televisi
5. Hindari eksposure terus-menerus pada suara keras dan bising
6. Hindari suhu AC terlalu rendah pada saat tidur pada malam hari. Tidurlah pada suhu kamar.
Need to see doctor : Walaupun tipe ini yang paling ringan, tetapi frekuensi seringan yang tinggi sangat menganggu aktivitas. Untuk , tipe kronik (mengalami serangan >15 hari/bulan), sebaiknya anda berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan penatalaksanaan yang lebih baik

Migraine

Migraine di masyarakat dikenal dengan istilah sakit kepala sebelah. Prevalensinya lebih jarang dibandingkan tension type headache. 
Gejalanya adalah sebagai berikut
1.Intensitas sedang. Serangan berlangsung selama 4-72 jam. 
2. 60% di satu sisi saja ( bisa bergantian) , sisanya bisa menyerang dua sisi, sehingga sebutan istilah nyeri kepala sebelah tampaknya kurang tepat. 
3. Nyerinya bersifat berdenyut
4. Meningkat dengan aktivitas fisik
5. Pada saat serangan terjadi mual dan muntah. 
6. Ditemukan fitofobia. 
7. Tidak timbul di waktu yang sama setiap harinya
8.  Migraine terdiri dari dua tipe. Migraine dengan aura dan tanpa aura. Sebelum serangan, migraine dengan aura akan mengalami gangguan penglihagan, gambaran zig zag dari satu titik kemudian menyebar secara gradual ke kiri/kanan, tampak cahaya berkedil-kedip/gangguan sensoris/gangguan bicara. Pada migraine tanpa aura, hal ini tidak ditemukan. 
9. Tidak mengalami keluarnya air mata, pembengkakan kelopak mata, wajah berkeringat, hidung buntu, gelisah. Kecuali jika sebelumnya anda menderita infeksi.
10. Biasanya ditemukan riwayat keluarga positif.


Faktor Pemicu  Migraine
Hormon
Menstruasi, ovulasi, kontrasepsi oral
Diet
Alkohol, MSG, aspartame, coklat, keju
Lingkungan
Flashing light, stimulasi visual, bau-bauan tertentu, perubahan cuaca, ketinggian
Psikologis

Tidur
Sulit tidur, kelebihan tidur
Drug
Nitroglycerin, histamine, reserpin, hydralazine, ranitidine, estrogen
Terapi
1. Hindari faktor pemicu (setiap orang mempunyai kerentanan terhadap faktor pemicu yang spesifik)
2. Terapi simptomatik
Pereda nyeri spesifik
Golongan ergotamin, dihidroergotamin, dan golongan triptan
Sumatriptan dengan dosis awal 50 mg/hari, dosis maksimum 200 mg/hari
Warning : sumatriptan tidak boleh digunakan pada penderita hipertensi, berisiko menderita penyakit jantung, dan penyakit pembuluh darah

Pereda nyeri non spesifik
Pilih salah satu (dosis harian)
Aspirin 600-900 mg + metoclopramide 10 mg
Paracetamol 1000 mg
Ibuprofen 200-400 mg
Warning : Dosis untuk dewasa dan tidak mengalami gangguan ginjal, gangguan fungsi hati, kelainan trombosit.
Nyeri kepala hilang atau berkurang intensitasnya dua jam setelah terapi

3. Terapi pencegahan
Obat yang selalu diminum tanpa melihat ada atau tidaknya serangan
Need to see doctor : terapi pencegahan sering sekali bersifat individual, jika migraine menganggu aktivitas anda, sebaiknya menghubung dokter

Cluster Headache

Nyeri kepala yang paling jarang dengan keluhan :
1. Sangat berat, serangan muncul selama 15-180 menit
2. Selalu hanya di satu sisi, rasa sakit terberat sekitar mata, dahi, sampai area depan telinga. 
3. Nyeri tumpul menetap seperti dibor, mata seperti mau keluar, sangat sakit sekali.  
4. Nyeri kepala sering kali membuat tidak bisa beraktivitas
5. Kadang-kadang dijumpai mual dan muntah
6. Kadang-kadang dijumpai fotofobia (nyeri kepala memburuk jika melihat cahaya)
7. Timbul pada waktu yang sama, seperti alarm, dengan  frekuensi dua hari sekali hingga 8 x sehari 
8. Tidak ada aura
9. Penderita mengeluh salah satu dari keluarnya air mata, pembengkakan kelopak mata, wajah berkeringat, hidung buntu, gelisah. Serangan sering terjadi tepat setelah tertidur.

Terapi awal: 
Menghirup oksigen 100% sebanyak 7 liter/menit selama 10 -15 menit

Need to see doctor : Nyeri kepala tipe memerlukan modalitas diagnosis dan  manajemen terapi yang kompleks .


Sekian, semoga bermanfaat :)


Sumber materi
 www.medscape.com
http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/
Buku ajar ilmu penyakit saraf fakultas kedokteran universitas airlangga
pedoman diagnosis dan terapi SMF ilmu penyakit saraf RSUD Dr Soetomo

 Sumber Gambar :

www.123rf.com
 www.betterinbulk.net
 www.stopheadachesnaturally.com
journals.prous.com
physioworks.com.au