Jumat, 29 Januari 2016
NO Title Yet (2)
Sabtu, 26 Desember 2015
Don't Judge Yourself
"Nessie, kamu punya bakat di bidang art yang sangat tinggi", jelas Ms. Yessica dengan suara yakin. Sontak saja, aku tidak mampu menyembunyikan wajah kagetku mendengar hal yang menurutku mustahil. Mungkin benar kata orang, psikolog yang handal mampu menilai orang dalam hitungan detik, beliau langsung memberiku isyarat untuk mengungkapkan isi pikiranku. Melihat isyarat itu, aku pun dengan cepat menyatakan ketidaksetujuanku , "Bagaimana mungkin Miss, saya tidak bisa menyanyi, menari, bermain musik, ataupun menggambar". Begitulah kira-kira aku mendefinisikan bakat seni, setidaknya orang yang berbakat bisa melakukan salah satunya dengan indah. Sekelumit memori masa kecilku kembali berputar dengan cepat. Aku tidak pernah melakukan satupun dengan indah dan memukau. "Jadi sudah jelas , aku adalah kriteria ekslusi", batinku dalam hati.
Aku dilahirkan sekitar 22 tahun yang lalu, di sebuah kota kecil di pulau dewata, Tabanan Bali, sebelah barat denpasar. Kota yang menurutku ideal untuk menikmati kehidupan yang seimbang, tidak terlalu bising seperti kota besar, tetapi juga mempunyai akses yang mudah menuju ibu kota provinsi. Beberapa belas tahun yang lalu, kota itu masih sangat asri, pohon-pohon dimana-mana, aku masih bisa mendengar jelas suara kicau burung di pagi hari, dan suara jangkrik ketika senja. Hal yang paling aku rindukan, dulu udaranya sangat nyaman, cukup sejuk untuk menjalani siang yang terik tanpa AC. Masa kecilku nyaris sempurna, kecuali satu hal yang selalu mengusik , aku mempunyai sebuah "Gift" yang membuatku berbeda dari anak-anak yang lain. Sewaktu aku kelas 1 SD, aku berlatih setiap hari di depan cermin berusaha mengucapkan "RRRRRRR". Orang tuaku pun tidak tinggal diam, mamaku memanggilkanku guru private dan menitip pesan untuk melatih vokalku disamping mengajari pelajaran pokok. Ohya, bahkan aku sempat meminum air embun, yang konon bisa membuatku mengucapkan huruf R. Aku menaruh air embun di halaman rumah sebelum tidur, berdoa supaya tidak hujan, dan mengambilnya esok pagi. Tetapi sayang, semua hasilnya nihil, sepertinya "Gift" itu tidak ingin berpisah dariku.
Jika anda pernah mengamati anak-anak TK atau SD dalam bermain, pasti ada 1 pemimpin, beberapa pemberontak, minimal 1 orang terbully, dan sisanya pengikut. Anak yang dibully biasanya memiliki kekurangan fisik, seperti berkulit hitam, bermata sipit, pendek, gagap, dan lain sebagainya. Tentu saja, cadel juga termasuk diantara probelema fisik tersebut. Ejekan merupakan hal lazim yang kuterima sehari-hari, "Hai nessie, coba kamu bilang ular lari lurus", kata mereka. Dengan polosnya aku menirukan "Ulal lali lulus", ucapku tanpa curiga yang sontak membuat mereka tertawa seolah aku adalah lelucon terlucu. Malangnya lagi, bukan hanya teman sepermainan yang menggodaku, orang-orang dewasa, bahkah guruku pun menganggap hal tersebut sebagai "Kelucuan". Sunguh menyedihkan.
Aku tidak pernah menangis ketika diejek,karena aku tahu tak ada gunanya. Jadi aku hanya diam sambil menahan amarah di sekolah. Setiba di rumah, aku akan bercerita tentang hariku di sekolah, dan menyelipkan cerita tentang ejekan itu. Orang tuaku selalu berusaha memberikan dukungan untuk tetap percaya diri. Sebelum aku sering menerima ejekan-ejekan itu, sejatinya aku cukup percaya diri, begitulah mamaku bercerita ketika aku bertanya tentang masa kecilku. Aku selalu angkat tangan pertama ketika diminta bernyanyi, baik di sekolahan, sekolah minggu, maupun acara ulang tahun temanku. Aku hafal hampir semua lagu anak-anak pada jamannya, dan bercita-cita menjadi penyanyi saat aku besar nanti. Aku sering menirukan gaya penyanyi cilik yang kulihat di televisi. Ketika aku selesai bernyanyi, beberapa orang memberi tepuk tangan setengah kasihan, setengah terpaksa, dan sebagain lagi ibu-ibu kasak kusuk mengatakan "iya memang tidak bisa bilang R".
Semakin usiaku bertambah, dengan semakin banyaknya ejekan yang aku terima, rasa percaya diri itu kian luntur, aku enggan untuk tampil di depan umum, apalagi bernyanyi. Aku sadar cita-cita menjadi penyanyi adalah hal yang bodoh, mana mungkin ada penyanyi cadel. Aku memang masih kecil saat itu, tapi aku bisa merasakan kejengkelan ketika diremehkan. Sadar akan keterbatasanku, aku belajar cukup giat untuk menjadi nomor 1 di bidang akademis. Hal yang aku yakinkan, "Mereka tidak akan berani mengejekku lagi", sesedeharna itulah motivasi belajarku saat itu. Motivasi itu tertanam kuat di dalam diriku, sampai-sampai aku tidak ingat jika orang tuaku pernah menyuruhku untuk belajar.
Dengan bantuan doa orang tuaku, dan juga kasih tuhan, aku berhasil menjadi juara 1 saat kelas III SD. Prestasi akademisku relatif stabil hingga lulus SMA. Lama kelamaan aku sudah terbiasa dengan predikat "terpintar", "terbaik", yang membuatku menjadi semakin ambisius. Tak jarang aku mewakili sekolah dalam berbagai kompetisi. Aku cukup senang dengan hasilnya, dan yang penting motivasiku tercapai, jarang ada yang berani mengejek kecadelanku lagi.
Awalnya orang tuaku sangat bangga dengan pencapaianku. Tetapi lama kelamaan, mereka menyadari sesuatu yang tidak beres, akademis dan non akademisku tumbuh tidak seimbang. Di samping itu, aku juga tumbuh menjadi pribadi yang egois. Mereka mulai khawatir dan merasa bertanggung jawab untuk meningkatkan kemampuan non akademisku. Karena bernyanyi sudah tidak mungkin, mereka mencari guru private les tari bali. Aku tertarik membayangkan aku akan tampil di depan orang banyak lagi, setelah beberapa tahun aku tidak pernah melakukannya. Aku les private dengan 2 orang temanku, guru les datang ke rumah dua kali dalam seminggu. Dia mengajarkanku dasar-dasar tari, seperti agem kanan , agem kiri. Tari bali itu melibatkan hampir seluruh tubuh, semuanya ada aturannya mulai dari kepala, mata, leher, pinggang, bokong, tangan, hingga kaki. Karena tubuhku bukan tipe tubuh yang lentur, aku mengalami kesulitan dalam melakukan gerakan-gerakan tersebut, belum lagi ketika harus menahan satu pose dalam beberapa menit. Sayangnya dia merupakan tipe guru konvesional yang akan main tangan jika aku berbuat salah. Hari les tari bali kemudian berubah menjadi hari yang paling tidak kusukai. Akhirnya aku bilang ke orang tuaku dan meminta untuk berhenti, dengan alasan "Gurunya galak."
Orang tuaku tidak putus asa, kemudian orang tuaku mencarikanku guru private melukis. Gurunya sangat baik, memotivasi , dan pengertian. Sungguh, aku sangat senang sekali. Dia mengajarkanku cara mewarnai yang baik, dan membuatku mempunyai salah satu karya terbaik di kelas. Teman-temanku terheran-heran dengan perubahan gambarku. Setelah tamat SD, aku berhenti les melukis. Di SMP, karya gambarku kembali seperti semula , "rata-rata". Selama les melukis, guruku selalu mencontohkan gambar dan cara mewarnainya, kemudian aku tinggal meniru.
Karena aku dibesarkan di kota kecil, aku tidak pernah mempunyai kesempatan untuk belajar bermain musik. Tetapi kecadelanku, kegagalanku belajar melukis dan menari bali sudah cukup membuktikan aku tidak mempunyai bakat seni, titik. Akupun menyerah karena kupikir waktuku hanya akan sia-sia. Selama masa SMP dan SMA, aku hanya fokus di pelajaran sekolah, sempat ingin mencoba belajar membuat puisi tetapi langsung ku urungkan niatku. Seorang cadel tidak mungkin bisa berpuisi dengan baik. Syukurnya, aku mulai bisa beradaptasi dengan kekuranganku, setidaknya aku tidak benci dan kesal ketika teman-teman menggodaiku. Aku hanya tertawa atau kadang menggodai mereka balik. Aku merasa hidupku lebih baik.
Tibalah momen untuk melanjutkan ke jenjang perkuliahan. Dengan berbagai pertimbangan, akhirnya aku memilih jurusan kedokteran dengan kemauanku sendiri. Saat ini aku sedang menjalani masa-masa koas. Aku menempuh studi pendidikan dokter di salah satu universitas ternama di Indonesia. Ya, aku bersyukur aku bisa lolos seleksinya yang kata orang cukup ketat. Terkadang jika aku mengingat ejekan "menyakitkan" itu, aku merasa bersyukur. Masih jelas dalam ingatakanku, dulu satu-satunya motivasiku untuk belajar adalah supaya tidak diejek. Aku tidak bisa membayangkan , apa jadinya jika aku tidak mempunyai gift tersebut, bakal semalas apa aku, mungkin aku tidak akan lolos di universitasku sekarang. Hingga kini, aku masih memegang prinsip masa kecilku, tetapi kini aku modifikasi sedikit, "Karena aku berbeda dari mereka, karena tuhan menitipkan sebuah "Gift" padaku, jadi aku harus berusaha lebih keras" .
Ucapan Ms.Yessica menghadirkan kembali suka duka masa kecilku. Ms. Yessica kemudian menjelaskan bahwa dari hasil test aku memiliki lower conformity , scoreku -20 dari rentang +32 hingga -32. "Nessie, kamu orang yang fleksibel, easygoing, dan toleransimu terhadap perbedaan, ide baru sangat tinggi. Tipe kepribadian ini mempunyai art sense yang tinggi." . Dalam hati, aku berucap, "Bagaimana saya bisa tidak mentoleransi perbedaan, saya saja sudah berbeda dari orang lain". Setelah menarik nafas dengan santai, beliau kembali melanjutkan , "Kreativitas ini perlu diwadahi, perlu kamu gali, supaya bisa meningkatkan energy levelmu." Akupun tidak tahan untuk tidak bercerita bagaimana kegagalanku belajar menari dan melukis. Beliau menanggapi dengan sangat tepat dan to the point, "Kamu tidak suka tari bali karena di tari bali kamu diharuskan untuk mengikuti banyak aturan , menyesuaikan gerakanmu dengan hitungannya, sehingga kamu tidak bisa berkreasi dengan bebas, padahal yang kamu suka adalah berkreasi". Aku mengangguk, tanda setuju terhadap penjelasannya.
Beliau kemudian menanyakan aktivitasku, dan aku menceritakan tentang kehidupan koasku. Iseng-iseng aku juga bercerita tentang side jobku sebagai marketing villa orang tuaku, dan aku mengatakan aku suka membayangkan rumah impinanku, villa yang menurutku sempurna dipikiranku. "Tetapi sayangnya saya tidak bisa menggambar Miss, jadi hanya gambaran di kepala saja.", ujarku sambil setengah bercanda. Di luar dugaan, beliau menanggapinya dengan serius , "Art itu bukan hanya tentang menggambar, bernyanyi,atau bernari. Art itu sesuatu yang lebih kompleks mengenai tentang ide, inovasi , dan kreativitas. Jika kamu tidak bisa menggambar, kamu bisa saja menyewa orang untuk menggambarkan imajinasimu dan kemudian mewujudkannya menjadi proyek yang nyata. Banyak hal yang merupakan art di kehidupan sehari-hari, dari mix and match pakaian sampai menciptakan kreasi kue baru, itu semua bagian dari art" .
Selama ini, dengan bodohnya, aku mengurung diriku di dalam rumah yang sempit tanpa jendela dan tidak mengijinkan diriku pergi ke luar rumah. "Aku tidak bisa bernyanyi, menggambar, dan menari.", itulah hal yang berulang kali aku yakinkan ke alam bawah sadar selama bertahun-tahun. Aku menggeser semua tentang art dari mimpiku. Sunggu, aku merasa malu, tidak cukup mengerti tentang diri sendiri. Alih-alih berusaha mengembangkan diri, aku malah mengjudge diriku sendiri bahwa aku tidak bisa. Hingga aku menjalani deep conversation di sabtu pagi yang membuka mataku. Pikiranku terlalu sempit dan judgemental tentang "ART". Bahwa pada hakikatnya bakat itu bukan dilahirkan tetapi berkembang melalui sebuah proses yang tidak instan.
Aku pergi beranjak ke suatu cafe yang tak jauh dari situ. Cafe tersebut cukup unik, menawarkan konsep vintage, yang bisa terlihat jelas dari warna temboknya seperti coklat tanah dan lantainya yang memakai ubin koleksi jaman kuno. Saat itu, hanya ada beberapa pengunjung, termasuk aku. Tempat yang pas untuk mencari ketenangan dan inspirasi. Hatiku mendadak gelisah, umurku sudah bukan belasan lagi, aku bukan anak SMA , yang berarti waktuku sudah tidak lama untuk mengexplore diri. "Tidakkah sudah terlambat untuk mengexplore art senseku?", pikiranku itu terlintas di benakku. Seketika langsung aku buang jauh pikiran judgemental itu, oh tidak, aku tidak mau jatuh di lubang yang sama, tidak untuk kedua kalinya.
Aku memesan hot green tea sebagai temanku sore ini. Beberapa kali aku mengecek hpku, tidak ada email yang harus dibalas. Aku berusaha merekam hal seni apa saja yang pernah aku lakukan, sekecil apapun itu. Aku tulis secara acak di kertas yang sudah tidak usang. Beberapa ide berlompatan di kepalaku, aku tersenyum sambil meneguk teh yang sudah mulai dingin "Aku tahu harus mulai dari mana." , bisikku dalam hati. Being late is better than never
Cheers,
Nessie
PS : the article is originally written by me. However all pictures are not mine, they are taken from google.
Sabtu, 05 September 2015
Dokter atau Pengusaha?
Rabu, 18 Maret 2015
Kamu :(
Sabtu, 24 Januari 2015
The First Month of My Holiday
Selasa, 21 Oktober 2014
A Letter to You
You always call me by my name although you are three and half years younger. Your reason? i am 25 cm shorter than you. I wish medical technology could find a safe way to make adult taller. Our parents' friends often misunderstood, they thought that you were older than me. There would be loud laugh from your annoying mouth when they had left. You know, It means i look younger !!! When we go to the mall with mom n dad ( i never hang out with you) , you always walk at least two meters in front or two meters behind me. You are too unsecured if someone will think we're a couple. Mom has said many times it's impossible because our faces are alike. Of course, both of us are totally disagree.
Me : mom, i am pretty but he is ugly
You : i am handsome and tall. She is very very short and ugly.
After arriving at home from going shopping, you never forget to check what i bought.
You : you spent money wastefully
Me. : it's my own money , none of your business
You : You got it from mom, it's ours.
Me : The dress looks great and i bought it because it was 70% discount.
You : No, you have very bad taste in fashion and it's still very expensive (even the dress is only 100.000 , Oh for God's sake i don't want to have a boy friend like you
Me : At least it's better and cheaper than your motorcycle's muffler
You : Yep, it's cheaper but you buy dress every month and i only buy the muffler once
Me : Not every month!!

Until mom screamed ,
"Rin, rand, it's already evening, one of you please takes shower soon"
Me : You first, i am still reading this newspaper
You :No, you first, you can read it later
Me : No, youuu
You : I am still sweating
No one took shower.
30 minutes later,
Mom : hey, both of you haven't take shower yet
Me : okay i'll take shower soon
You : No, i am first (we are afraid if mom will get angry, so now both of us want to take shower first)
Me : You asked me 30 minutes ago to take shower first ( run into the bathroom soon)
You : Knock the bathroom's door, you're very sly !
Actually there are three functional bathrooms in our home, but we only like to use one bathroom. It's one of frequent topics ( since we have many) to argue about.
In fact, i am not your older sister, we are almost in the same age. You never follow my instruction or believe on me like other younger brothers usually do. Actually you should obey the older person. But you almost always debate me except in the school subject. You will instantly change to be a very kind younger brother so i will teach you. But, it's only in a very short moment.
When i am home, you like to visit my PERSONAL room, lie down in my wonderful bed and read my book collection. Hey, you can bring my book and read in your own room. I have said it again and again to you but you always prefer to read it in my room. You also said, when i am not in home, you like to read my elementary school diary then laugh for a long time (read: like crazy person). Don't you think you always disturb my privacy?
This talk happens frequently
You : Hey, you don't have boyfriend, do you?
Me : no,i don't, why?
You : I am afraid no man has liked you
Me : Many men like me ( actually in fact, only some)
You : I am not sure, you are short and ugly
Me. : Hhhhh, at least i am smarter than you
You : Oh man, you are already 20 years old, and never have boyfriend in your life. Poor you!
Me : heyy, you are also single, so you can't mock at me
You : i am single because i choose to be
Me. : No girl wants to be your boy friend. You are fat and ugly like the white elephant
You : Who says? I can have girl friend NOW if i want to
Me : You always boast!
I totally agree that most of men are OVERCONFIDENT
BUT
As we grow up, we fight less often but sure we still do. Sometimes i get angry at you or you do. But it never happens more than 30 minutes, generally only in some few minutes. It's because one of us will ask sorry soon.
Although owe are in very different society now, both of us are still the same like many years ago . I always have quality time with you when i am at home, never think about what we talk about. We just do then not realizing we have spent hours. Sometimes, there's moment when i am just very tired or lazy to talk with you, but you always stay in my personal room and can't stop talking to me. So , finally we have a talk.
Anyway, we have the same problem about our stomach.
At 10.00 AM
Me : Hey, have we already had food to eat for lunch?
Him : not yet , you are already hungry , aren't you? Hahahaha
Me : I'm just asking, you must be hungry
Him : i heard about the new opening bali waroeng near to MR Y house, do you want to try it?
Me : Yeahh, It's a good idea
We : Dad, let's buy food for lunch
Dad : Hey , it's still morning, both of you must work first (our dad still loves kidding at his age)
(FYI, we have our breakfast around 07.30)
We. : but we are very hungry right now. We can't think anything..
Me. : my brain is lack of glucose now
Him : I can hear sound of my stomach
Dad : (take a glass of water) , drink it, you both will lose your hunger
We : (Drink water)
After 10 minutes
We. : We get very hungry
Dad : Kalian berdua memang asli perut karung
We : (laugh together)
Then we will have our lunch together, he doesn't want to have lunch alone.
When mom and day have some event to go out, i stay at home with him. Both of us don't have enough courage to stay at home alone for a long time, so mom and dad will leave both of us at home. When i want to go to the event ( yes, i am far more extrovert than you) , you will persuade me with many ways so i cancel my willingness to go.
We often spend our time to cook together. you and I have only three similarities, love eating, love a dog and love gossiping. I think people who really love eating and get hungry easily will love cooking too. We like to try a new recipe, find the one in the internet then modify it or we just create ours. But we still argue when we cook , the problem is the amount of seasonings. Another one is who cook and who must cut the vegetables. Both of us prefer to be the leader, the one who process and mix the spices. Overall, our creations are delicious. We will give some left to be tried when our parents come home.
We : try it dad, we made a new creation.
Dad : okay soon after i change clothes
We. : No, you must try it first.
Dad : (try it) ohh it tastes delicious
Me. : Yep, i cooked
Him : No, irin only cut the vegetable, i cooked
Me : No , i also mixed the seasoning
Because we often make creation by our self, or follow new recipe but we don't have complete ingredient, sometimes we get failed, it's not delicious. We'll give them to our dog (hahahhaha) and make another food from beginning. But, the leader must be changed. After cooking, we always wash the cooking stuff, sweep, and swab the floor . Actually, mom prefers to buy foods if she is too busy to cook for us ( we don't stay in the big city, we're easy to get bored with kinds of food that are sold here) . So, we must make everything clean and tidy after cooking to make sure mom will permit us to cook again in another day. We always do it together after cooking :)
Our dad really love his children, actually he wanted to have 4 children. My brother ( when he was still about 5 years) always pray everyday to have a younger brother or sister. Some years later, mom was being pregnant, but unfortunately, she got bleeding in the first trisemester :(
One day when i was in junior high school, dad said to us about his plan to adopt a child. Do you still remember that? And mom has already agreed. Both of us totally disagree before thinking first . Yes, nothing need to be considered. First, we didn't want to share our parents affection to anybody else. We were just over worried that our parents would love him more. I know we were very selfish at that time. We even couldn't imagine it. Second, the more important one, i don't want to have another brother or sister. I didn't care whether he is nicer, sweeter, or better than you. I still didn't want. Since mom had gotten bleeding from her pregnancy few years ago, i wrote cleary in my mind , i only had one sibling in my life and it's you.
Although you didn't say your second reason directly to me, but i knew we had same thought. Why? Because i am your sister. I also know you miss me when i am far away from home, but you just don't want to say it first (Honestly, neither do i).
TODAY IS YOUR DAY
16 October 2014
Happy seventeenth birthday, Randy.
Overall, I wish you all the best. Anyway, I want to ask you a thing, yes i want you to be more mature, but if you are just with me, will you stay the same ?I will be your 15 years old sister and you will be my 12 years old brother forever.
Have a great year ahead !!!
I hate you (as always)
Your the only one sibling,
























